Guru di Tengah Serba Salah


Guru di Tengah Serba Salah – Jadi guru zaman sekarang itu rasanya kayak jalan di ladang ranjau. Niatnya mendidik, eh takut dibilang galak. Terlalu santai, dibilang kurang tegas. Mau menegur, khawatir viral. Mau diam, nanti dibilang cuek. Serba salah, padahal niatnya satu: pengin muridnya jadi lebih baik.

Dulu, guru itu figur yang kata-katanya dipegang. Sekarang, guru juga manusia yang harus paham kamera, caption, dan potensi salah paham. Salah dikit, bisa jadi potongan video tanpa konteks. Padahal yang kelihatan cuma detikannya, bukan proses panjang di baliknya: sabar ngadepin karakter beda-beda, ngatur emosi, sambil ngejar target kurikulum.

Belum lagi urusan administrasi yang numpuk. Guru bukan cuma ngajar, tapi juga ngisi laporan, upload ini-itu, rapat sana-sini. Waktu buat nyiapin materi kreatif kadang kepotong, tapi tetap dituntut inovatif. Capek? Iya. Menyerah? Nggak juga. Karena di antara lelah itu, masih ada momen kecil yang bikin hangat: satu murid paham, satu senyum tulus, satu “makasih, Pak/Bu”.

Mungkin yang dibutuhin guru hari ini bukan jadi sempurna, tapi diberi ruang untuk jadi manusia. Boleh salah, boleh belajar lagi. Soalnya mendidik itu maraton, bukan sprint. Pelan-pelan, konsisten, dan tetap waras.

Halo, saya EPENDI™, ngeblog adalah hal yang menyenangkan bagi saya, terutama dalam mencari desain template yang menarik, awal ngeblog dari tahun 2009 sampai sekarang.

COPYRIGHT © 2009-Now - EPENDI™ - ALL RIGHTS RESERVED